LOCAL GENIUS MINYAK ATSIRI, KEKAYAAN YANG TERABAIKAN

Kekayaan alam Indonesia merupakan salah satu aset penting bangsa yang dapat digunakan untuk menopang kelangsungan hidup rakyat yang mendiami negara ini. Indonesia mempunyai sumber daya alam yang besar baik bahan alam hayati maupun non hayati. Kenyataan, sumber daya alam yang besar ini tidak diimbangi dengan pengelolaan yang optimal untuk kepentingan bangsa sendiri. Industri-industri yang menghasilkan berbagai macam bentuk barang yang mampu menyerap tenaga kerja jutaan orang maupun devisa jutaan. Namun apakah kekayaan alam Indonesia telah digunakan secara efisien dan efektif untuk membangun bangsa dan sumber daya manusia (SDM) atau dapatkah kita membangun bangsa kita dengan sumber daya yang kita miliki serta mampu menciptakan keadilan, pertumbuhan dan berkelanjutan ? Indonesia sebagai negara yang memiliki kekayaan tadi, belum sepenuhnya menggunakan potensi dan kekuatan yang dimilikinya untuk dijadikan sebagai basis strategi industri nasional. Hal ini sangat jelas terlihat bahwa struktur industri nasional belum ditopang kekuatan untuk menggunakan bahan baku, bahan antara dan sejenisnya dari negerinya sendiri. Indonesia dengan populasi ratusan juta orang belum memanfaatkan sumber daya alam secara efisien dan efektif dalam menopang industrialisasi. Sebagai contoh pada sektor industri petrokimia, agrokimia, industri farmasi dan beberapa industri polimer, Indonesia masih menjadi Net Importer  yang mengakibatkan industri pada tingkat down stream tidak kompetitif padahal sumber daya alam Indonesia sebagai penyedia bahan baku sangat melimpah jika dibandingkan dengan negara lain.

Dengan kekayaan alam yang Indonesia miliki dapat membangun bangsa dan negaranya tanpa harus mengandalkan hutang luar negeri. Sumber bahan alam organik maupun anorganik tersedia sangat banyak dan menantang untuk dieksplorasi dan didayagunakan. Kenyataan ini memang tidak secara imbang diikuti dengan kemampuan sumber daya manusianya yang mampu mengambil, memanfaatkan, mengolah dan melestarikan sumber daya alam tersebut. Untuk itu perlu kiranya dilakukan berbagai upaya untuk memperbaiki keadaan tersebut. Diversifikasi produk alami yang selama ini dikembangkan di bidang minyak atsiri ternyata tidak pernah berhenti dan hingga kini perkembangannya terus terjadi. Hal ini merupakan suatu fakta yang menggembirakan karena dengan cara ini kelestarian alam ikut terjaga. Eksploitasi dan eksplorasi terhadap sumber bahan alam atau bahan mentah cenderung tetap namun konversinya menjadi berbagai bahan lain diupayakan meningkat. Langkah ini sebagai wujud peningkatan kemampuan sumber daya manusia Indonesia di dalam mengelola bahan alam dan mengolah atau memprosesnya untuk menghasilkan produk yang bernilai ekonomi lebih tinggi.Indonesia yang kaya raya akan aneka ragam sumber alam dan bahan hayati ini senantiasa menjanjikan kesejahteraan bagi seluruh manusia yang mendiaminya. Untuk itu diperlukan kader terbaik bangsa yang memiliki kecerdasan tinggi, sikap dan mental prima, daya juang dan daya saing tinggi, kemampuan handal, serta nasionalisme sejati.

Kekayaan alam hayati berupa minyak atsiri yang dihasilkan bangsa Indonesia sudah terkenal di seluruh dunia. Sekitar 200 jenis minyak atsiri dari berbagai spesies tanaman yang diperdagangkan secara internasional, 12 jenis di antaranya berasal dari  Indonesia. Minyak atsiri tersebut adalah minyak sereh wangi, minyak nilam, minyak pala, minyak cengkeh, minyak kenanga, minyak akar wangi, minyak cendana, minyak kayu manis, minyak jahe, minyak kemukus, minyak massoia dan minyak lengkuas. Negara-negara lain seperti Inggris, Perancis, Amerika Serikat, Jerman dan Belanda memanfaatkan minyak atsiri tersebut untuk diolah menjadi bahan baku industri obat-obatan, parfum, pewangi, aroma, kosmetik, sabun dan lain-lain. Negara-negara tersebut membeli minyak atsiri sebagai bahan mentah dengan harga yang lebih murah dibandingkan membeli bahan baku untuk industri-industri tersebut.

Pengelolaan kekayaan alam khususnya dibidang bahan alam berbasis minyak atsiri melalui ilmu kimia yang efisien, terstruktur, kontinyu dan terpadu akan dapat menghasilkan tenaga-tenaga terdidik, berketerampilan, mumpuni di bidangnya dan berteknologi sehingga mampu mengangkat harkat dan posisi bangsa indonesia, yang pada akhirnya akan dapat menopang kehidupan negara dengan menghasilkan devisa negara dan lapangan kerja yang berkeadilan dan berkelanjutan serta dapat memberikan penatalaksanaan kekayaan alam yang berwawasan lingkungan. Hal ini tentu akan mampu menjawab tantangan-tantangan global saat ini dan yang akan datang karena kita mengenali kemampuan dan kekuatan diri yang dilandasi oleh orisinalitas karakter dan potensi yang kompetitif dan adaptif. Keunggulan lokal untuk bersaing secara global (local genius) itulah yang kita butuhkan. (disarikan dari berbagai sumber)


Repository Dwiarso Rubiyanto is powered by WordPress
Theme is Coded&Designed by Wordpress Themes at ricdes